Misunderstanding

Image

“Saranghae..” bisiknya lirih padaku ketika ia memelukku dengan erat. Hangat, sangat hangat. Mampu menghangatkanku di kala udara dingin menggerayangi tubuhku di pinggiran sungai Han. Aku hanya bisa diam terpaku mendengar bisikannya, tanpa membalas pelukannya sama sekali. Is this real? Apakah ini nyata? Seseorang, tolong bangunkan aku!

“YA! Kenapa kau diam saja? Nae jeongmal saranghae, dan kau, apakah kau juga mencintaiku juga?” tanyanya ketika ia melepaskan pelukannya, memebrikan jarak antara aku dan dia. Aku menatap kedua bola manik matanya, mencari suatu kebenaran di dalamnya. Ternyata, tatapan matanyna menyiratkan suatu kebenaran bahwa ia benar-benar mencintaiku. Namun lidahku rasanya kelu untuk mengatakan sesuatu di dalam benakku.

“Apakah kau tidak mencintaiku lagi sehingga kau ragu untuk menjawab pertanyaanku, Seungyeon?” tanyanya tak sabaran, memberikan ekspresi tidak percaya pada wajahnya atas reaksi diamku. Tak berapa lama kemudian, aku mengangkat suaraku.

“a-a-aku,, mi-minta maaf. A-a-aku..” ucapku terbata-bata. Aissh! Kenapa malah menjadi begini??

“Maksudmu? kau tidak mencintaiku lagi sehingga kau berkata maaf sebelum menolakku? Baiklah! Jika itu jawabanmu, maka aku benar-benar minta maaf atas penantianmu selama ini, membuatmu menungguku lama sehingga kau merasa jera dan lelah. A-aku benar-benar minta maaf.” Ia makin menjauh dariku, melangkah mundur ke belakang dan menatapku sedih melalui mata kucingnya.

“aku menyesal, sangat menyesal, Seungyeon-ah. Menyesal membuatmu merasa jera padaku.” lanjutnya lagi. Ia kemudian membalikkan badannya dan berjalan meninggalkanku yang masih terdiam di tempatku. Aku menatap tak percaya saat kepergiannya. Ia meninggalkanku sendirian disini? Sedangkan ia tak ingin mendengarkan pernyataanku yang sebenarnya? Aku, aku tak ingin salah paham padaku.

“KIBUM!” pekikku sebelum punggung tegapnya menghilang dari pandanganku. Langkahnya menjadi terhenti, ia kemudia membalikkan lagi tubuhnya sambil menatapku datar. Aku lantas berlari mendekatinya dan memeluk tubuhnya yang hangat.

“Bodoh!” suaraku teredam saat wajahku terbenam di dadanya yang bidang.

“Mwo? Apa maksudmu? Siapa yang bodoh?” aku lantas mengangkat wajahku dan memandang wajahnya yang sedikit jauh tinggi dariku.

“Tentu kau, Bodoh! Aku mencintaimu, Kibum Bodoh! Masih mencintaimu!”
aku dapat melihat kedua sisi bibirnya terangkat ke atas. Kemudian ia mengecup bibirku singkat. Aku terlonjak, membuat saraf-saraf tubuhku menjadi kaku dan tegang.

“Kenapa kau tak mengatakannya sejak dari tadi? Kau hampir membuatku putus asa dan berkeinginan bunuh diri.” ujarnya setelah mengecup bibirku. Aku hanya tercengang mendengar lontarannya. Bodoh sekali dia! pikirku.

“Hehe..” aku hanya tertawa cengir tanpa membalas perkataannya. Ia lalu merengkuh tubuhku lagi hingga tubuhku merasa hangat. Hangat akan cintanya yang kini berlabuh di hatiku.

FIN.

Iklan

Published by: liaguk2

Dunia antah berantah... Sebuah tempat yang tidak dikenali dari mana asalnya dan kapan munculnya. Seperti ini lah wordpressku. Sebuah wadah yang tidak.dikenali asalnya dan kapan munculnya. Munculnya pun cuman bisa dihitung jari. Hahaha. By the way, I am Inspirit. Fan of Infinite. And Woohyun is my ultimated bias. Senang berkenalan dengan para pengunjung.

TagTinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s