(Prototype FF) Invisible Love

Title : Invisible Love

Cast :
– Park Jungnam
– Key SHINee

Genre : Romance, and Family

Length : Oneshot

NB : Mohon maaf sebelumnya, ini pertama kalinya saya bikin FF. Mohon maklum, kalo ceritanya aneh, gak jelas atau mbulet, karena ini masih Prototype. Hehe. Kalo misalkan ada yang typo atau yang lainnya, tolong beritahu ya? Mohon Kritik dan sarannya. Sekian dan terima kasih. 

:::::::::::::::::::::::: STORY ::::::::::::::::::::

Jungnam POV

“Hey, lepaskan aku!” pintaku

“Tidak! Tidak akan pernah kulepaskan.” dia makin mempererat pelukannya dari belakangku.

“Kau itu buta ya? Aku sedang memasak. Kau ingin wajan ini kulemparkan ke wajahmu?” ancamku

“Silahkan saja.” dia menantangku. Kutarik langsung tangannya yang berada di pinggangku lalu menaruh tangannya di wajan yang sudah benar-benar panas.

“Auuchh,, Jungnam. Panas !!” pekiknya. Secara refleks dia langsung menarik kedua tangannya. Dia mengibas-ibaskan tangannya yang terkena wajan panas tadi.

“Jungnam,, kau jahat padaku. Tanganku jadi melepuh nih. Uughh!!” dia mendengus kesal seraya menghentakkan kaki kanannya ke lantai. Lalu dia menyebulkan tangannya tanpa memandangku.

“Salahmu sendiri yang tidak menghiraukan perintahku. Jadinya ya begini. Ahaha.” Aku tertawa dengan terbahak-bahak saat dia memandangku kesal dengan mata kucingnya.

“Jungnam..”

“ahaha..ahaha.”

“JUNGNAM..!!”

“ahaha.. iyaa.” Spontan tawaku hilang mendadak. Ekspresiku berubah menjadi datar lagi saat dia berteriak memanggil namaku.

“Apakah kau mencintaiku?” tanyanya dengan tatapan serius.

“Hey, kenapa kau bertanya seperti itu?” tanyaku heran.

“apakah kau menyesal telah menikahi seorang pria yang memilki kepribadian wanita sepertiku?” tanyanya lagi dengan tatapan yang kini berubah menjadi sendu. Dapat kulihat genangan air matanya yang menumpuk di pelupuk matanya. Seperti ingin jatuh dari tempatnya.

“Key, apa maksudmu kau bertanya seperti itu? Kau ini kenapa? Apakah kau sakit?” tanyaku ketus.

“Jawab aku Jungnam. Hiks, ayoo jawab. Hiks.. Kau,, mencintaiku kan?” dia menangis.

“Key-ah, sepertinya kau sakit. Coba aku cek dulu keadaanmu.” Ucapku yang tiba-tiba berubah menjadi lembut sambil berjalan mendekatinya. Aku telah mendekatinya, lalau aku mengangkat kedua tanaganku lalu merengkuh kedua pipinya yang basah akibat menangis.

“JANGAN SENTUH AKU!” dia menepis kedua tanganku.

“Aku tahu, hiks. A..aku tahu kau tak mencintaiku. Aku tahu kau menyesal telah menikah denganku. Aku tahu kau tersiksa dengan perjodohan ini. Aku tahu, kau merasa jijik dengan tingkahku seperti ini. Mudah cengeng, mudah mengeluh. Aku tahu semuanya. AKU TAHU!” dia berteriak di depanku

“Hey Key, aku belum menjawab pertanyaan..”

“Tak usah kau jawab pertanyaanku. Aku sudah tahu jawabanmu pasti ‘TIDAK’. Lebih baik kita cerai saja.” dia meninggalkanku di ruangan dapur ini dalam keadaan sendirian. Aku ingin mengejarnya dan mengatakan sesuatu, bahwa aku sangat mencintainya apa adanya. Tapi aku tak bisa. Rasanya kakiku sangat sulit kugerakkan. Lidahku pun jadi ikutan sulit kugerakkan untuk melontarkan sebuah kalimat ‘aku mencintaimu.’

“Key-ah, maafkan aku.” Jeritku dalam hati. Tak terasa, aku meneteskan air mata. Aku menangis

KEESOKAN HARINYA

KEY POV

Untuk hari ini, aku akan mengubah sifatku. Aku ingin dia bertekuk lutut di hadapanku. Ya, itulah motivasiku saat ini. “dia harus bertekuk lutut di hadapanku.” Gumamku. sekarang dia sedang memasak untuk sarapan pagi kami. Dia memunggungiku yang sibuk dengan kegiatan masaknya.

Saat dia selesai dengan kegiatannya..
“oooh, Key sayang, selamat pagi!” ujarnya dengan nada manja. Aku kaget dengan ujarnya. Tumben sekali dia menyebutku ‘sayang’. Padahal, dia sering memanggilku ‘Hey’ atau ‘BODOH’. Aku tak menggubris panggilannya seraya berjalan mengambil gelas untuk menjadi tempat wadah air minumku.

“Key sayang, kenapa kau..”

“Jangan berusaha menyenangkanku Park Jung Nam.” Ucapku dingin.

“Key, ada apa denganmu?”

“ada apa denganku? Justru aku yang harus menanyakanmu ‘ada apa denganmu’ Park Jung Nam?”

“aku tidak mengerti maksudmu, Key. Apakah masih sakit?” dia mendekatiku dan mencoba untuk memegang keningku. Aku langsung menepis tangannya.

“Jangan dekati aku.! Aku akan mengambil surat cerai kita.!” Ujarku datar tanpa melihat wajahnya. Aku melangkah pergi meninggalkannya dari dapur ini.

“KEY” dia berteriak memanggilku. Spontan aku langsung berhenti melangkah, dan tiba-tiba aku merasakan sebuah pelukan dari belakangku. Dia menyandarkan kepalanya dipunggungku.

“Maafkan aku yeobo. Hiks. Maafkan aku.” Ucapnya sambil terisak.

“Jangan memanggilku ‘yeobo’. Kata ‘yeobo’ darimu tidak tulus untukku.” Aku berusaha melepaskan pelukkannya dariku. Semakin aku berusaha melepaskannya, semakin erat dia memelukku.

“Maafkan aku yang selalu menyiksamu. Hiks. Maafkan aku yang selalu menghinamu. Hiks. Maafkan aku yang tidak pernah menganggapmu sebagai suamiku. Hiks hiks.” Pelukannya makin erat saat dia menangis lebih keras hingga perutku rasanya sakit sekali. Perasaan sensitifku muncul lagi. Aku ikutan menangis. Aku selalu menangis tanpa alasan, jika orang yang berada di sekitarku menangis. Akhirnya dia melepaskan pelukannnya dan dia terduduk seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Aku berbalik menghadapnya yang terduduk di lantai. Aku turut ikut terduduk agar aku bisa berhadapan dengannya. Dia melepaskan kedua tangannya yang menutup wajahnya. Sepertinya dia menyadari akan kehadiranku –dihadapnnya-. Dia memandangku sambil menangis sesegukan hingga bahunya ikut terangkat ke atas.

“Key. Hiks. Aku tahu aku salah. Hiks. Tak seharusnya aku menghina dan menyiksa hiks mu. Seharusnya hiks aku hiks membimbingmu menjadi pria sejati.” Dia berusaha mengungkapkan perkataanya walau terbata-bata.

“Aku hiks seharusnya bisa hiks menjalani perintah orang tuamu hiks. Tapi hiks, aku malah hiks menyiksamu hiks seperti mainan hiks.” Tangisannya makin mengeras. Seperti orang yang dirasuki oleh makhluk halus.

“Uljima Jungnam-ah, uljima. Aku memaafkanmu kok. Ssh, uljima.” Berusaha menenangkannya sambil memeluknya. Mengelus rambutnya agar dia merasa tenang. Setelah dia merasa tenang aku melepaskan pelukanku. Merengkuh kedua bahunya dan memandang wajahnya yang basah akibat tangisannya tadi. Aku menyeka sisa-sisa air matanya dengan jari jempolku.

“yeobo” ucapnya liriih

“hmm..?” aku mengelus pipinya yang basah.

“sa..saa..rang..”

“saranghae?” tebakku. Dia mengangguk lemah sambil tersenyum.

“maksudmu, kau mencintaiku? Benarkah?” tanyaku antusias sambil mengguncangkan kedua bahunya.

“iya oppa, aku mencintaimu. Neomu neomu saranghae.” Ucapnya tanpa melepaskan senyumannya.

“gomawo yeobo. Gomawo atsa cintamu padaku.” Seruku. Aku memeluknya lagi sambil mengelus rambutnya (lagi) dengan penuh kasih sayang.

“yeobo..” dia memanggilku lagi.

“hmm?”

“apakah tanganmu masih sakit?”

“masih.” Ucapku sambil melepaskan pelukanku.

“benarkah?”
“iya yeobo. Lihat nih!” aku menyodorkan tanganku yang kuperban akibat ulah Jungnam kemarin. Lalu dia mengelus-elus dengan perlahan. Lalu dia menciumnya dan memelukku lagi.

“Mianhae yeobo. Mianhae. Aku benar-benar jahat padamu yeobo.” Dia menangis lagi di dadaku.

“gwenchanayo yeobo, gwenchana. Sudahlah yeobo.” Aku mengelus rambutnya lagi. Menenangkan tangisannya lagi.

“ssh uljima yeobo. Kalo kau nangis terus nanti wajahmu bertambah jelek. Kau ingin wajahmu seperti chucky? ‘Hi I’m chucky, do you wanna paly?” aku menirukan gaya chucky (si boneka seram). Dia tertawa melihat tingkahku.

“nah gitu dong. Kau cantik sekali jika kau tertawa.” Aku mencubit hidungnya. Dia hanya mesam-mesem malu.

“ngomong-ngomong, aku ingin menunjukkan hasil ajaranmu padaku.”

“ajaranku? Kapan aku mengajar padamu? Memangnya aku mengajar apa padamu?” tanyanya dengan ekspresi keheranan.

“kalo tidak salah, ‘Tunjukkan kejantananmu’”. Bisikku seduktif di telinganya.

“oow, baiklah. Tunjuk… hek? Apa maksudmu? Aku tak per..” aku memutuskan ocehannya dengan lumatan bibirku pada bibirnya. Aku melepaskan ciumanku.

“Jangan berpura-pura tidak tahu. Kau kan pernah mengatakannya. Dan sekarang aku akan langsung menunjukkannya.” Aku langsung menggendongnya dan membawanya ke kamar. Menghempaskan tubuhnya dia atas kasur. Tidak lupa juga aku kunci kamar kami. Dan,, ya seperti yang anda bayangkan. Kami melakukan sesuatu yang sangat privasi. Dan tak akan memberitahunya secara rinci. Haha

THE END 

Iklan

Published by: liaguk2

Dunia antah berantah... Sebuah tempat yang tidak dikenali dari mana asalnya dan kapan munculnya. Seperti ini lah wordpressku. Sebuah wadah yang tidak.dikenali asalnya dan kapan munculnya. Munculnya pun cuman bisa dihitung jari. Hahaha. By the way, I am Inspirit. Fan of Infinite. And Woohyun is my ultimated bias. Senang berkenalan dengan para pengunjung.

Tag, 4 Komentar

4 thoughts on “(Prototype FF) Invisible Love”

  1. hahaha.. KEY di bully sama istrinya sendiri!!! kasian.. ckckck… aku suka semua FF yg castnya Key oppa ^.^ FF’a unyu aku suka!
    eh.. ngomong-ngomong lam kenal ya… aku dari Bali nih 😀

    1. Makasih udah mampir di blogku yang aneh ini.. wkwk.
      Anda tahu blogku ini dari mana ya ?? Hehe.. Ini masih jelek FFnya. Saya masih penulis FF yg masih amatir.
      Tapi sekali lagi makasih ya baca FFku. 🙂

  2. Wah, aku baru baca ini loh lia!!!
    Sukses bikin aku deg-degan pas Key tiba2 meluk Jungnam dari belakang, hahaha
    Tapi sayangnya si Key malah nangis, eeeeeh

    Bikin yang Onew dong, hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s